Penyedia barang

Newsletter

Advertising

Online Help

    Yahoo Messenger Online Help

Mata Ketiga Cinta

Cinta adalah rasa
yang kuucap dalam setiap desah
dan cuaca
tak sampai-sampai  getarnya padamu

More details

Availability: This product is no longer in stock


Notify me when available

Rp‎ 24.300,00

Reduced price!

-10%

Rp‎ 27.000,00

By buying this product you can collect up to 2430 loyalty points. Your cart will total 2430 points that can be converted into a voucher of Rp‎ 486,00.


Di bulan cinta ini, Helvy Tiana Rosa, meluncurkan sekeranjang puisi-puisi cinta setelah sebelumnya buku Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali sukses menggugah dan menderaikan air mata pembaca.  Mata Ketiga Cinta adalah kumpulan puisi yang mengangkat kegalauan cinta, kemanusiaan, pernikahan, juga hubungan manusia dengan Penciptanya. Penulisnya telah sering membacakan karya-karyanya di berbagai event. Dalam launching bukunya tanggal 23 Feb ini di UNJ,  sejumlah nama selebriti akan membacakan puisi-puisi cinta dalam buku ini. Bait-bait puisinya banyak direkomendasikan para guru bahasa  sebagai contoh pembelajaran bahasa dan sastra di tanah air.

Koran Tempo menjulukinya Lokomotif Penulis Muda Indonesia (2003).  The Straits Times menyebutnya 'Pionir' bagi sastra Islam kontemporer di Indonesia (2002).  Cerpenis, motivator, dan dosen tetap Fakultas Bahasa dan Seni UNJ yang telah memperoleh 30 penghargaan tingkat nasional di bidang penulisan dan pemberdayaan masyarakat, antara lain Jaring-Jaring Merah terpilih sebagai Cerpen Terbaik Majalah Sastra Horison dalam satu dekade (1990-2000), Bukavu masuk 10 besar Khatulistiwa Literary Award (2008), mendapat Nova Award (2004), Ummi Award (2004), Tokoh Perbukuan IBF-IKAPI (2006), Tokoh Sastra Era Muslim Award (2006), Kartini Award sebagai salah satu The Most Inspiring Women in Indonesia (2009), SheCAN! Award (2009), dll. Anggota Dewan Kesenian Jakarta (2003-2006) ini merupakan anggota Majelis Sastra Asia Tenggara (sejak 2006), Wakil Ketua Liga Sastra Islam Dunia untuk wilayah Indonesia (sejak 2009), dan anggota Komisi Pengembangan Seni Budaya Islam Majelis Ulama Indonesia (sejak 2011). Helvy merupakan satu dari 500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia, menurut hasil riset Royal Islamic Studies Centre, Jordan (2009, 2010, 2011).

Perkaya dan lembutkan hati sekaligus belajar memilih diksi lewat buku yang satu ini.